“Kamu mencintaiku?”
“Tentu. Sampai kapan kamu mau aku melakukannya?”
“Selama – lamanya”
“Aku perlu menguji kesetiaanmu. Jika besok kamu bisa 24 jam tanpa
komunikasi, maka aku akan mencintaimu selama-lamanya”
“Janji? Hal itu tentu akan sangan sulit”
“Tapi kamu harus melakukannya agar aku percaya kamu setia”
“Hmm baiklah..”
Lalu hari
itu kulewati tanpanya. Sengaja kupindahkan
jam dinding ku agar waktu terasa lebih cepat berdetak. Setiap detiknya degup
jantungku tak terkira. Aku terus memikirkan bagaimana keadaannya.
Dia harus
tau aku tak mampu hidup tanpanya.
“Dia akan
mencintaiku selamanya..”
“Dia akan
mencintaiku selamanya..”
Dalam
benakku hanya terulang kata kata itu. Hanya mampu kuperhatikan manisnya pria
itu lewat foto foto kami. Ah teganya dia memberiku tantangan sesulit ini.
Lama waktu
berlalu. Satu jam lagi waktu menyendiri ini telah habis. Aku bergegas untuk
mandi dan berdandan secantik mungkin. Dia menyuruhku mengenakan pakaian hitam
hari ini. Alasannya untuk merayakan kematian rasa curiga diantara kami. Karena dia
percaya aku setia. Ya aku setia dan dia akan mencintaiku selamanya!
Lihat dunia!
Jadi pakaian
hitam terbaikku kukenakan special untuk pertemuan ini. Lebih gugup dari pada
pertemuan pertama kami dulu. Aku mempercepat laju kendaraanku untuk sampai
kerumahnya, bertemu dia dan memeluk erat dirinya.
Namun..
Mengapa ramai
sekali?
Semua berpakaian
hitam.
Apa benar
ini sebuah perayaan kematian rasa curiga?
Saat kumasuki
rumahnya, kulihat dia terbaring disana. Dia tak berbusana. Hanya terbelit kain
putih. Kau tampak jelek mengenakannya. Gantilah pakaianmu. Aku benci melihatmu seperti
itu. Bangunlah sayang! Jawab aku!
“Apa tak
memberitahumu? Kanker yang dideritanya telah mencapai stadium 4 dan dia tau
hanya memiliki waktu 2 bulan saja. Dia menitipkan sesuatu untukmu..” kata
ibunya.
Titipan itu hanya sebuah kotak musik seperti milikku yang hilang dulu. Dia tau aku sangat menyukainya dan dia menggantinya. Padahal aku sudah hampir lupa. Didalamnya ada selembar kertas bertulis “Sayangku,
kau melakukannya? Kau setia? Aku percaya. Kini, aku akan mencintaimu
selamanya..”
Aku tak
mampu berkata lagi. Air mataku terus mengalir. Aku tak memiliki kesempatan
memelukmu untuk yang terakhir.
Aku mencintaimu…
Selalu..
Selamanya..

0 komentar:
Posting Komentar