Jumat, 12 Desember 2014
Sebatas Ingatan
Daun tumbuh dengan sangat lebat, membuat sebuah pohon tampak sangat rindang dan sejuk untuk disinggahi. Daun itu membuat siapa saja nyaman jika berteduh dibawahnya. Berteduh dari terik matahari, atau hujan. Ingat saat kita duduk berdua di bawah pohon yang rindang? Saat itu cinta kita membakar kesejukan yang dibarikan oleh sang pohon. Aku bahagia setiap kali cinta kita membara, dan membakar apa saja.
Tapi aku lupa..
Bukankah membakar sama saja dengan menghancurkan? Dan apa saja yang menghancurkan, pasti dapat dihancurkan. Aku takut!
Pohon itu ibarat hubungan kita, dan daun yang menghiasinya adalah cinta, kasih sayang, rindu, cemburu dan hal kecil yang membuat bahagia. Aku bahagia kita berhasil merawatnya hingga tumbuh sangat lebat dan besar. Kita berhasil merawatnya hingga sesejuk itu. Pohon yang tak dapat tergantikan oleh pohon lain. Sangat indah dan nyaman. Entah karena lebatnya, atau karena bersamamu aku mengusahakannya.
Tapi, lama - lama pohon iu menggugurkan daunnya satu persatu. Banyak faktor yang membuatnya gugur. Salah satunya adalah karena kita berdua manusia. Yang berbuat salah dan banyak kekurangan. Ternawa jatuh oleh angin kebosanan dan terinjak oleh keegoisan masing - masing dari kita. Aku bersedih.
Aku tetap ingin pohon itu ada. Jadi aku merawatnya. Memupuk, menyiram, menyiangi rumput disekitarnya dan mengawasi apabila ada benalu ditubuhnya. Alhasil daun itu tumbuh dengan daun yang baru. Aku cukup senang.
Yang ttap membuatku sedih adalah, kenapa kamu menyerah dan tidak mengusahakan apapun untuk lebatnya daun pohon kita? Kamu ada, melihat tapi enggan mempedulikannya.
Kini lihat! Musim gugur telah tiba untuk kita. Semua daun jatuh dan kau seega tu menginjaknya dan membuatnya hancur.kini hanya ada daun dalam imajinasiku, dalam ingatanku. Ingatan saat kita bersama, tertawa dan bercanda dibawah pohon yang rindang itu. Dulu.
Hanya sebatas ingatan, yang pernah sengaja tercipta, dan pernah sangat membahagiakan kita..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar