Jumat, 12 Desember 2014
LOST
"....Dan pada akhirnya, mereka hidup bahagia selama - lamanya"
Seperti itulah aku ingin kisah kita berakhir. Aku selalu ingat kenangan akan khayalanku yang mendongengkan kisah tentang kita berdua kepada putri manis kita kelak. Tentang bagaimana kita bertemu dan jantung berdebar seketika. Saat melihat tatapan tajam itu. Saat menghirup aroma tubuhmu untuk pertama kalinya. Saat berada dibelakang penggungmu. Dan saat orang mengatakan aku wanita yang beruntung karena memilikimu. Saat orang berkata kita adalah pasangan serasi.
Dulu aku tahu, tempatku adalah tepat di sebelahmu. Tak berjarak. Tapi sekarang aku harus mencari tempat kosong lain. Aku harus berkeliling, melelahkan. Aku ingin kembali, tapi kau sudah terlalu jauh. Sangat jauh bahkan khayalku pun tak menjangkaumu.
Masih ada banyak hal yang aku ingin kau tau..
Tapi terlalu banyak tembok tinggi yang kau bangun..
Disini, di keramaian ini. Kau tepat berada didepanku. Tapi kita hanya saling bertatap, tak mampu berkata. Hanya fikiranku melambung kembali ke masa bahagia kita. Cerita kita hanya sebatas tragedi saat ini. Seolah tak sengaja. Seolah tak pernah kau inginkan.
Kenapa kita harus berakhir seperti ini? Kenapa aku harus ber pura - pura sibuk dengan penampilanku hanya untuk mengalihkan perhatianku darimu? Dan kenapa kau selalu mencoba yang terbaik untuk menghindariku?
Aku selalu takut akan akhir seperti ini! Kenapa kita harus sama - sama bersih keras kalau kita ini bukan apa - apa? Padahal masih, kau lah segalanya. Aku hanya baru menyadari, ikhlas tidak sebatas kata sabar dan lupakan dari teman temanku. Aku masih tetap merindumu. Aku ingin mengatakannya, tapi aku tak mengerti harus bagaimana. Aku tak pernah mendengar sesuatu memberontak sekeras ini dihatiku.
Kita tampak seperti orang yang bersaing. Bersaing siapa yang paling tidak peduli. Tapi, aku akan jauh lebih baik jika kau disampingku.
Sesungguhnya begitu..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar